“WIN-WIN”, ungkapan tersebut sering kali kita dengar dalam percakapan sehari-hari. Artinya lebih kurang adalah semua menang, semua untung. Tidak ada yang dirugikan dalam solusi atau kesepakatan yang dihasilkan.
Ternyata, “WIN-WIN” sebenarnya memiliki makna ganda. Berdasarkan apa yang saya peroleh dari seminar beberapa minggu yang lalu, ungkapan itu bisa berarti
- I WIN, YOU WIN: berarti saya harus menang atau dapat untung dulu. Setelah itu, baru Anda yang mendapat keuntungan.
- YOU WIN, I WIN: berarti Anda untung terlebih dahulu, baru saya yang mendapat untung.
Keduanya tampak tidak jauh berbeda. Semuanya sama-sama mendapat untung. Tapi, dalam negosiasi atau bisnis, keduanya memiliki efek kesuksesan yang jauh berbeda. Jika kita terlalu mengutamakan keuntungan kita sendiri (pilihan #1), kecil kemungkinan kita akan sukses. Sebaliknya, jika orang lain yang kita beri keuntungan terlebih dahulu (pilihan #2), secara tidak langsung kita sedang membangun kesuksesan untuk kita sendiri.
Menurut saya konsep tersebut ada kemiripan dengan sedekah, “Semakin banyak bersedekah, pahala dan rezeki kita akan semakin bertambah”. Ketika kita bersedekah, orang yang menerima yang mendapat untung (YOU WIN). Kemudian, Allah akan memberikan pahala dan rezeki kepada kita yang berlipat ganda dari sedekah yang kita berikan (I WIN, even more than you).