<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Good, Better, Best</title>
	<atom:link href="http://www.masfarid.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.masfarid.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 08 Apr 2012 08:55:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Empat Wajah Kelas Menengah</title>
		<link>http://www.masfarid.com/2012/04/08/empat-wajah-kelas-menengah/</link>
		<comments>http://www.masfarid.com/2012/04/08/empat-wajah-kelas-menengah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Apr 2012 08:55:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Notes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.masfarid.com/?p=249</guid>
		<description><![CDATA[Empat Wajah Kelas Menengah (The Four Faces of Middle Class) merupakan judul suplemen majalah Marketeers edisi bulan Maret 2012 kemarin. Menurut artikel tersebut, di Indonesia ada empat kategori masyarakat yang masuk ke kelas ekonomi menengah. Keempat wajah kelas menengah itu adalah The Image Booster The Social Climber The Hard Worker The Future Planner The Image&#8230; <a class="continue_reading" href="http://www.masfarid.com/2012/04/08/empat-wajah-kelas-menengah/">Continue reading &#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Empat Wajah Kelas Menengah (<em>The Four Faces of Middle Class</em>) merupakan judul suplemen majalah Marketeers edisi bulan Maret 2012 kemarin. Menurut artikel tersebut, di Indonesia ada empat kategori masyarakat yang masuk ke kelas ekonomi menengah. Keempat wajah kelas menengah itu adalah</p>
<ol>
<li><em>The Image Booster</em></li>
<li><em>The Social Climber</em></li>
<li><em>The Hard Worker</em></li>
<li><em>The Future Planner</em></li>
</ol>
<p><strong><em><span id="more-249"></span>The Image Booster</em> : 4,5%</strong></p>
<p><em>Image booster </em>adalah kelas menengah yang suka pamer dan membeli barang untuk meningkatkan <em>image</em> mereka. Mereka biasanya:</p>
<ol>
<li>Mau mengeluarkan uang lebih untuk barang dari merk terkenal untuk aktualisasi diri</li>
<li>Cenderung membeli barang-barang yang direkomendasikan oleh orang lain, terutama teman-temannya</li>
<li>Mau menambah <em>budget</em> mereka untuk hiburan, gaya hidup, penampilan, dan kesehatan</li>
</ol>
<p><strong><em>The Social Climber</em> : 40,1%</strong></p>
<p><em>Social climber</em> adalah kelas menengah yang mencari penerimaan (pengakuan) sosial oleh kelas sosial yang lebih tinggi. Mereka biasanya:</p>
<ol>
<li>Membutuhkan pengakuan dan penerimaan dari lingkungan mereka</li>
<li>Melihat bahwa sosialisasi dan interaksi dengan teman mereka adalah dua hal yang sangat penting</li>
<li>Bersemangat dalam mengumpulkan berita dan <em>update</em> tentang topik yang menarik dan ramai dibicarakan banyak orang</li>
</ol>
<p><strong><em>The Hard Worker</em> : 9,8%</strong></p>
<p><em>Hard worker</em> adalah kelas menengah yang mau mengejar tujuan lebih untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Mereka biasanya:</p>
<ol>
<li>Mencari pekerjaan yang dapat memberikan kehidupan lebih baik, meskipun ada konsekuensinya (misal harus sering lembur, dan sebagainya)</li>
<li>Ketika berbelanja, lebih mementingkan aspek fungsional barang yang mereka beli.</li>
<li>Mencari kepraktisan dan kemudahan, misalnya makan <em>fast food </em>dan hidup di lingkungan <em>sub-urban</em> yang tenang</li>
</ol>
<p><strong><em>The Future Planner</em> : 45,7%</strong></p>
<p><em>Future planner </em>adalah kelas menengah yang mulai memikirkan masa depan mereka. Mereka biasanya:</p>
<ol>
<li>Mulai memikirkan rencana pensiun (<em>retirement plan</em>) mereka</li>
<li>Mulai berinvestasi untuk keluarga mereka</li>
<li>Mau menggunakan bermacam-macam produk keuangan untuk membantu perencanaan keuangan mereka</li>
</ol>
<p>Itulah empat wajah kelas menengah di Indonesia. Apakah kita termasuk kelas menengah? Jika iya, masuk ke kelompok manakah kita?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.masfarid.com/2012/04/08/empat-wajah-kelas-menengah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menghadapi Anak yang Suka Berteriak dan Membentak</title>
		<link>http://www.masfarid.com/2012/03/12/cara-menghadapi-anak-yang-suka-berteriak-dan-membentak/</link>
		<comments>http://www.masfarid.com/2012/03/12/cara-menghadapi-anak-yang-suka-berteriak-dan-membentak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Mar 2012 17:38:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Notes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.masfarid.com/?p=246</guid>
		<description><![CDATA[Di lingkungan rumah tinggal kita, mungkin kita sering melihat anak-anak yang suka berteriak ketika ada sesuatu yang menyulut emosinya. Bahkan mereka membentak-bentak dan membanting sesuatu. Akhirnya, orang tua menuruti semua keinginannya daripada anak bertambah marah dan merusakkan barang-barang. Bagaimana sih cara mengatasi anak yang suka berteriak, membentak, dan bahkan merusakkan barang seperti ini? Menurut buku&#8230; <a class="continue_reading" href="http://www.masfarid.com/2012/03/12/cara-menghadapi-anak-yang-suka-berteriak-dan-membentak/">Continue reading &#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di lingkungan rumah tinggal kita, mungkin kita sering melihat anak-anak yang suka berteriak ketika ada sesuatu yang menyulut emosinya. Bahkan mereka membentak-bentak dan membanting sesuatu. Akhirnya, orang tua menuruti semua keinginannya daripada anak bertambah marah dan merusakkan barang-barang.</p>
<p>Bagaimana <em>sih</em> cara mengatasi anak yang suka berteriak, membentak, dan bahkan merusakkan barang seperti ini?</p>
<p>Menurut buku &#8220;Ayah Edy Menjawab&#8221;, anak tidak mungkin biasa berteriak, membentak, atau membanting barang-barang kalau tidak ada yang dicontoh. <em>Hayooo</em>, jangan-jangan mereka pernah melihat orang tuanya atau anggota keluarga lain melakukan hal-hal tersebut.</p>
<p>Solusinya adalah ketika anak meminta sesuatu dengan berteriak atau membentak, jangan turuti permintaannya. Minta anak untuk mengulangi permintaannya dengan sopan dan lembut. Tatap mata anak dan katakan dengan lembut kalau anak meminta baik-baik, kita (orang tua) baru memenuhi permintaannya.</p>
<p><span id="more-246"></span>Ketika anak tetap berkeras pada keinginannya dan belum mau meminta dengan baik, tetaplah konsisten untuk tidak menuruti permintaannya. Biarkan mereka dulu sampai meminta dengan nada rendah dan baik-baik. Orang tua perlu <strong>konsisten</strong> dan <strong>tegas</strong>. Jika tidak tegas, anak akan semakin sering melanggar dan meremehkan. Insyaallah dengan konsisten menerapkan, lama-kelamaan anak akan menjaga tingkah lakunya dan tidak berteriak-teriak lagi ketika meminta sesuatu.</p>
<p>Dan, jangan sampai orang tua sering mencontohkan yang tidak baik (i.e berteriak) kepada anak <img src='http://www.masfarid.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dari pengalaman pribadi saya, istri, dan pengasuh anak saya menerapkan cara ini, alhamdulillah besar sekali efek positifnya. Pada awalnya, ketika kami tidak menuruti permintaan anak karena mereka meminta dengan berteriak atau merengek-rengek, anak akan menangis dan marah. Sekarang, ketika anak meminta dengan berteriak dan kami minta mereka untuk meminta baik-baik, anak langsung mengubah cara memintanya. Dari yang sebelumnya berteriak atau merengek, kata-kata dan nadanya jadi maniiis sekali <img src='http://www.masfarid.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Tapi ya itu tadi, ketika awal-awal menerapkannya, butuh kesabaran dan konsistensi yang tinggi&#8230;</p>
<p>Ya Allah, berikanlah kesabaran, konsistensi, dan ketegasan serta kasih sayang kepada kami dalam mendidik anak-anak kami&#8230; Aamiin&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.masfarid.com/2012/03/12/cara-menghadapi-anak-yang-suka-berteriak-dan-membentak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berkompromi dengan Anak agar tidak Rewel di Tempat Umum</title>
		<link>http://www.masfarid.com/2012/03/11/cara-berkompromi-dengan-anak-agar-tidak-rewel/</link>
		<comments>http://www.masfarid.com/2012/03/11/cara-berkompromi-dengan-anak-agar-tidak-rewel/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Mar 2012 17:24:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Notes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.masfarid.com/?p=243</guid>
		<description><![CDATA[Saat kita keluar rumah bersama keluarga untuk belanja atau keperluan lainnya, kadang kala anak kita merengek meminta dibelikan sesuatu yang tidak ada dalam rencana sebelumnya. Misalnya ketika pergi ke supermarket anak minta dibelikan mainan, mobil-mobilan yang tidak ada dalam rencana belanja. Ketika tidak dipenuhi, anak akan menangis keras sehingga kita menjadi pusat perhatian pengunjung yang&#8230; <a class="continue_reading" href="http://www.masfarid.com/2012/03/11/cara-berkompromi-dengan-anak-agar-tidak-rewel/">Continue reading &#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat kita keluar rumah bersama keluarga untuk belanja atau keperluan lainnya, kadang kala anak kita merengek meminta dibelikan sesuatu yang tidak ada dalam rencana sebelumnya. Misalnya ketika pergi ke supermarket anak minta dibelikan mainan, mobil-mobilan yang tidak ada dalam rencana belanja. Ketika tidak dipenuhi, anak akan menangis keras sehingga kita menjadi pusat perhatian pengunjung yang lain. Sebagai orang tua, kadang kala kita kerepotan dan malu dibuatnya.</p>
<p>Bagaimana caranya ya supaya anak tidak rewel dan minta macam-macam ketika bepergian di tempat umum?</p>
<p>Dari buku &#8220;Ayah Edy Menjawab&#8221; yang pernah saya baca, kita sebagai orang tua harus selalu menjelaskan dan membuat perjanjian dengan anak sebelum pergi. Kita harus menjelaskan kemana akan pergi bersama dan dalam rangka apa. Tepat sebelum berangkat, ingatkan sekali lagi perjanjian yang dibuat tadi apakah akan pergi untuk berbelanja keperluan bulanan, makan bersama, membeli keperluan sekolah, membeli mainan, dan sebagainya.</p>
<p>Sesampainya di tempat tujuan, kadang kala anak masih meminta sesuatu di luar kesepakatan. Kalau permintaannya memungkinan untuk kita turuti di lain waktu, misalnya mau bermain di area bermain, jelaskan kepada anak bahwa bermain tidak ada di perjanjian awal dan bisa dijadwalkan lain waktu khusus untuk bermain di area tersebut.</p>
<p><span id="more-243"></span>Jika anak mengikuti kesepakatan, kita patut memberikan <em>reward </em>yang diperlukan atau disenangi anak. Misalnya dibelikan buku bacaan dari pengarang favoritnya, atau diajak bermain kesukaannya selama 30 menit. Jika anak melanggar kesepakatan, kita harus memberikan <em>consequence</em>. Misalnya kalau anak terus menangis, kita langsung pulang (tentunya kasih tau anak dulu sebelum benar-benar pulang). Boleh saja anak menangis, tetapi tetap keinginannya tidak kita penuhi, dan jelaskan sekali lagi apa tujuan keluar rumah bersama yang telah disepakati.</p>
<p>Ketika kita menerapkan sistem <em>reward </em>dan <em>consequence</em>, anak cenderung melawan (terutama untuk <em>consequence</em>). Kuncinya adalah tetap <strong>sabar </strong>dan <strong>konsisten </strong>dalam menerapkan kesepakatan dan aturan, hindari rasa tidak tega atau kasihan. Dan selalu berikan penekanan bahwa mereka adalah anak yang baik.</p>
<p>Orang tua harus menjaga konsistensi, jangan sampai orang tua yang melanggar perjanjian. Bila kita melanggar, lain waktu anak pasti akan melakukan pemaksaan yang sama.</p>
<p>Hal lain yang perlu diperhatikan adalah apakah anak rewel karena kelelahan atau karena kebiasaan, misalnya sudah jamnya tidur siang. Jika memang itu penyebabnya, jangan emosi dan memaksa anak. Berikan waktu bagi mereka beristirahat sejenak sehingga menjadi tenang kembali.</p>
<p>Dari pengalaman pribadi saya dan istri, kami memang terbiasa menjelaskan ke anak ketika keluar rumah bersama untuk keperluan apa. Misalnya apakah kami sekeluarga keluar untuk berbelanja susu, berbelanja kebutuhan sehari-hari, bermain bersama di tempat wisata, dan sebagainya. Alhamdulillah Hisyam sampai saat ini tidak meminta yang aneh-aneh di luar rencana pembelian. Justru saya dan istri yang masih sering membeli sesuatu di luar rencana. Astaghfirullah&#8230; Ketika dia mengambil/meminta sesuatu, dengan dijelaskan bahwa barang itu tidak akan dibeli, Hisyam bisa menerimanya. Bahkan kadang dia mau mengembalikan barang yang dia ambil di tempat semula <img src='http://www.masfarid.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ya Allah, berikanlah kesabaran dan konsistensi kepada diriku, istriku, dan orang tua lainnya dalam mendidik anak&#8230; Dan jagalah kami agar tidak berbohong kepada anak kami, dan juga kepada orang lain&#8230; Aamiin&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.masfarid.com/2012/03/11/cara-berkompromi-dengan-anak-agar-tidak-rewel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengatasi Anak yang Menangis untuk Mendapatkan Keinginannya</title>
		<link>http://www.masfarid.com/2012/03/08/cara-mengatasi-anak-yang-menangis/</link>
		<comments>http://www.masfarid.com/2012/03/08/cara-mengatasi-anak-yang-menangis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Mar 2012 15:19:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Notes]]></category>
		<category><![CDATA[anak menangis]]></category>
		<category><![CDATA[mengatasi anak menangis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.masfarid.com/?p=238</guid>
		<description><![CDATA[Sering kali kita melihat anak kita dan orang lain menangis dan merengek ketika meminta sesuatu. Mereka menjadikan tangisan sebagai senjata utama untuk mendapatkan keinginannya. Ketika keinginan mereka ditolak, tangisannya akan semakin menjadi-jadi sehingga mengganggu ketenangan orang lain. Sebenarnya bagaimana cara mengatasi dan sikap bijaksana dalam menghadapi anak yang menggunakan tangisannya sebagai senjata untuk meraih keinginannya?&#8230; <a class="continue_reading" href="http://www.masfarid.com/2012/03/08/cara-mengatasi-anak-yang-menangis/">Continue reading &#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sering kali kita melihat anak kita dan orang lain menangis dan merengek ketika meminta sesuatu. Mereka menjadikan tangisan sebagai senjata utama untuk mendapatkan keinginannya. Ketika keinginan mereka ditolak, tangisannya akan semakin menjadi-jadi sehingga mengganggu ketenangan orang lain.</p>
<p>Sebenarnya bagaimana cara mengatasi dan sikap bijaksana dalam menghadapi anak yang menggunakan tangisannya sebagai senjata untuk meraih keinginannya?</p>
<p>Menurut Ayah Edy dalam bukunya &#8220;<em>Ayah Edy Menjawab</em>&#8220;, ketika anak yang menggunakan tangisannya memperoleh apa yang mereka inginkan, ia akan mengulanginya pada kesempatan yang lain. Orang tua harus mencoba menghentikannya agar kejadian tersebut tidak berulang lagi dan tidak semakin menjadi-jadi disertai perlawanan yang keras.</p>
<p><span id="more-238"></span>Katakan baik-baik bahwa kita (orang tua) belum memenuhi permintaan anak ketika keinginan anak tidak bisa kita penuhi. Jika keinginan mereka masuk akal tetapi kita belum bisa mengabulkannya, jelaskan kapan kita akan mengabulkan permintaannya.</p>
<p>Jika anak merespon dengan tangisan, tetap tenang dan jangan sampai terpancing. Dengan tetap dan sabar katakan bahwa kita belum bisa memenuhi permintaan mereka sekarang. Silakan jika mau menangis silakan, kita akan tunggu sampai mereka selesai menangis. Jadi, tetaplah konsisten dan tidak mudah luluh dengan tangisannya.</p>
<p>Saat emosi anak sudah turun, sudah tenang, berikan sambutan positif pada anak. Peluklah mereka dan katakan bahwa mereka anak yang hebat dan baik. Anak juga belajar untuk mengendalikan diri dan memahami mana perilaku yang baik dan mana yang tidak.</p>
<p>Jika anak mengulangi perbuatannya, ulangi cara yang sama dan konsisten untuk menghadapinya&#8230;</p>
<p>Dari pengalaman pribadi saya, memang kadang kala terasa berat untuk menjalankan metode ini. Terlebih lagi ketika saya dalam kondisi buru-buru mau ke kantor atau ada acara lain, kesabaran dan konsistensi saya lebih cepat menguap.</p>
<p>Ya Allah, berikanlah kesabaran kepada diriku, istriku, dan orang tua lainnya di dunia ini dalam mendidik anak-anak&#8230; Aamiin&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.masfarid.com/2012/03/08/cara-mengatasi-anak-yang-menangis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buku Parenting Baru – Ayah Edy Menjawab</title>
		<link>http://www.masfarid.com/2012/02/20/buku-parenting-baru-ayah-edy-menjawab/</link>
		<comments>http://www.masfarid.com/2012/02/20/buku-parenting-baru-ayah-edy-menjawab/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Feb 2012 12:19:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Notes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.masfarid.com/?p=231</guid>
		<description><![CDATA[Pertengahan Januari 2012 kemarin, saya membeli beberapa buku. Salah satunya adalah buku parenting yang berjudul &#8220;Ayah Edy Menjawab: 100 Persoalan Sehari-hari Orangtua yang Tidak Ada Jawabannya di Kamus Manapun&#8221;. Di dalam buku tersebut, ayah Edy memberikan contoh kasus yang sering terjadi dalam pengasuhan anak. Di setiap kasus, dijelaskan bagaimana solusinya, apa yang seharusnya dilakukan oleh&#8230; <a class="continue_reading" href="http://www.masfarid.com/2012/02/20/buku-parenting-baru-ayah-edy-menjawab/">Continue reading &#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pertengahan Januari 2012 kemarin, saya membeli beberapa buku. Salah satunya adalah buku parenting yang berjudul &#8220;Ayah Edy Menjawab: 100 Persoalan Sehari-hari Orangtua yang Tidak Ada Jawabannya di Kamus Manapun&#8221;.</p>
<p><img class="alignleft" title="Ayah Edy Menjawab" src="http://3.bp.blogspot.com/-fuGpsc130ls/ThPqvancOFI/AAAAAAAABS0/FB5e73hodfc/s1600/BUKU%2BAYAH%2BTERBARU.jpg" alt="Ayah Edy Menjawab" width="160" height="246" /></p>
<p>Di dalam buku tersebut, ayah Edy memberikan contoh kasus yang sering terjadi dalam pengasuhan anak. Di setiap kasus, dijelaskan bagaimana solusinya, apa yang seharusnya dilakukan oleh orang tua. Menurut saya bukan hanya orang saja yang melakukannya, tetapi siapapun yang ikut dalam pengasuhan anak (pembantu, pengasuh, kakek, nenek, dsb).</p>
<p>Alhamdulillah dengan menerapkan beberapa solusi yang diberikan di buku tersebut, pengasuhan anak menjadi terasa lebih gampang. Memang saat melakukannya tidak gampang, hati harus tegar dan konsisten saat menerapkannya.</p>
<p>Ya&#8230; Menjadi ortu tuh ga gampang&#8230; Sampe kuliah jg ga pernah ada pelajarannya (<em>parenting</em>)&#8230; So, banyak baca buku, ikut seminar, banyak diskusi, banyak sabar, banyak ikhlas&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.masfarid.com/2012/02/20/buku-parenting-baru-ayah-edy-menjawab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anak-Anak Belajar dari Kehidupannya</title>
		<link>http://www.masfarid.com/2012/01/30/anak-anak-belajar-dari-kehidupannya/</link>
		<comments>http://www.masfarid.com/2012/01/30/anak-anak-belajar-dari-kehidupannya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 12:37:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Notes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.masfarid.com/?p=226</guid>
		<description><![CDATA[Anak-anak belajar dari kehidupan yang dijalaninya. Bila seorang anak hidup dengan kritik, ia akan belajar menghukum. Bila seorang anak hidup dengan permusuhan, ia akan belajar kekerasan. Bila seorang anak hidup dengan ketakutan, ia akan belajar dengan rasa cemas. Bila seorang anak hidup dengan rasa kasihan, ia akan belajar mengasihani diri sendiri. Bila seorang anak hidup&#8230; <a class="continue_reading" href="http://www.masfarid.com/2012/01/30/anak-anak-belajar-dari-kehidupannya/">Continue reading &#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anak-anak belajar dari kehidupan yang dijalaninya.</p>
<blockquote><p>Bila seorang anak hidup dengan <strong>kritik</strong>, ia akan belajar <strong>menghukum</strong>.</p>
<p>Bila seorang anak hidup dengan <strong>permusuhan</strong>, ia akan belajar <strong>kekerasan</strong>.</p>
<p>Bila seorang anak hidup dengan <strong>ketakutan</strong>, ia akan belajar dengan <strong>rasa cemas</strong>.</p>
<p>Bila seorang anak hidup dengan <strong>rasa kasihan</strong>, ia akan belajar <strong>mengasihani diri sendiri</strong>.</p>
<p>Bila seorang anak hidup dengan <strong>kecemburuan</strong>, ia akan belajar untuk <strong>merasa iri</strong>.</p>
<p>Bila seorang anak hidup dengan <strong>olokan</strong>, ia akan menjadi <strong>malu</strong>.</p>
<p>Bila seorang anak hidup dengan <strong>rasa malu</strong>, ia belajar merasa <strong>bersalah</strong>.</p>
<p>Bila seorang anak hidup dengan <strong>dorongan</strong>, ia belajar <strong>percaya diri</strong>.</p>
<p>Bila seorang anak hidup dengan <strong>toleransi</strong>, ia belajar tentang <strong>kesabaran</strong>.</p>
<p>Bila seorang anak hidup dengan <strong>pujian</strong>, ia belajar tentang <strong>penghargaan</strong>.</p>
<p>Bila seorang anak hidup dengan <strong>penerimaan</strong>, ia belajar untuk <strong>mencintai</strong>.</p>
<p>Bila seorang anak hidup dengan <strong>dukungan</strong>, ia belajar untuk <strong>menyukai diri sendiri</strong>.</p>
<p>Bila seorang anak hidup dengan <strong>pengakuan</strong>, ia belajar untuk <strong>mempunyai tujuan</strong>.</p>
<p>Bila seorang anak hidup dengan <strong>berbagi</strong>, ia belajar tentang <strong>kebaikan</strong>.</p>
<p>Bila seorang anak hidup dengan <strong>kejujuran</strong>, ia belajar tentang <strong>kebenaran</strong>.</p>
<p>Bila seorang anak hidup dengan <strong>keadilan</strong>, ia belajar <strong>menjalankan keadilan</strong>.</p>
<p>Bila seorang anak hidup dengan <strong>kebaikan dan perhatian</strong>, ia belajar tentang <strong>menghormati</strong>.</p>
<p>Bila seorang anak hidup dengan <strong>ketentraman</strong>, ia belajar tentang <strong>iman</strong>.</p>
<p>Bila seorang anak hidup dengan <strong>persahabatan</strong>, ia belajar untuk <strong>mencintai dunia</strong>.</p>
<p>&#8211; <strong>Dorothy Law Nolte, Ph.D. (1972)</strong></p></blockquote>
<p>Dikutip dari buku Ayah Edy yang berjudul &#8220;<em>Ayah Edy Menjawab: 100 Persoalan Sehari-hari Orangtua yang tidak Ada Jawabannya di Kamus Mana Pun</em>&#8220;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.masfarid.com/2012/01/30/anak-anak-belajar-dari-kehidupannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jalur Selatan Lebih Asyik</title>
		<link>http://www.masfarid.com/2011/08/26/jalur-selatan-lebih-asyik/</link>
		<comments>http://www.masfarid.com/2011/08/26/jalur-selatan-lebih-asyik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Aug 2011 14:57:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Notes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.masfarid.com/?p=218</guid>
		<description><![CDATA[Lebaran 2011 sebentar lagi akan datang. Semoga amal ibadah puasa Ramadhan kita diterima oleh Allah SWT, dan semua dosa kita mendapat ampunan dari-Nya. Kemarin malam sekitar pukul 24.00, saya sampai di Tulungagung dari Jakarta bersama dua orang keponakan dan seorang sopir. Tahun ini, kami mencoba rute Jalur Selatan, tidak melalui Jalur Pantura seperti biasanya. Kota&#8230; <a class="continue_reading" href="http://www.masfarid.com/2011/08/26/jalur-selatan-lebih-asyik/">Continue reading &#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lebaran 2011 sebentar lagi akan datang. Semoga amal ibadah puasa Ramadhan kita diterima oleh Allah SWT, dan semua dosa kita mendapat ampunan dari-Nya.</p>
<div id="attachment_219" class="wp-caption alignnone" style="width: 458px"><a rel="attachment wp-att-219" href="http://www.masfarid.com/2011/08/26/jalur-selatan-lebih-asyik/jalur-selatan-20110826/"><img class="size-full wp-image-219 " title="Jalur Selatan di sekitar Nagrek" src="http://www.masfarid.com/wp-content/uploads/2011/08/jalur-selatan-20110826.jpg" alt="Jalur Selatan di sekitar Nagrek" width="448" height="336" /></a><p class="wp-caption-text">Jalur Selatan di sekitar Nagrek</p></div>
<p>Kemarin malam sekitar pukul 24.00, saya sampai di Tulungagung dari Jakarta bersama dua orang keponakan dan seorang sopir. Tahun ini, kami mencoba rute Jalur Selatan, tidak melalui Jalur Pantura seperti biasanya. Kota yang kami lewati antara lain Bandung, Garut, Banjar, Kebumen, Yogyakarta, Wonogiri, Ponorogo, Trenggalek, dan akhirnya sampailah ke Tulungagung.</p>
<p>Jalur Selatan memiliki tantangan maupun kelebihan yang berbeda dengan Jalur Pantura:<span id="more-218"></span></p>
<ul>
<li>Jalan di Jalur Selatan lebih sempit dibandingkan Jalur Pantura. Alhamdulillah aspal yang kami lewati di tahun ini lumayan halus, banyak jalan yang baru diaspal ulang.</li>
<li>Jalur Selatan memiliki lebih banyak tikungan dan jalan naik turun karena banyak pegunungan. Kondisi jalan seperti ini mengasyikkan sekali menurut saya, tapi tentunya tidak cocok buat yang mudah mabuk kendaraan <img src='http://www.masfarid.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </li>
<li>Pemandangan di Jalur Selatan lebih &#8216;hijau&#8217; dibandingkan dengan Jalur Pantura yang gersang.</li>
<li>Tidak banyak bus dan truk yang lewat di Jalur Selatan, tapi banyak sepeda motor yang menghambat kecepatan mobil <img src='http://www.masfarid.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </li>
</ul>
<p>Jadi, menurut saya pribadi Jalur Selatan lebih mengasyikkan dibandingkan Jalur Pantura dengan pemandangannya yang lebih indah dan rasanya seperti naik roller-coaster <img src='http://www.masfarid.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.masfarid.com/2011/08/26/jalur-selatan-lebih-asyik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rawat Inap Pertama Hisyam</title>
		<link>http://www.masfarid.com/2011/05/05/rawat-inap-pertama-hisyam/</link>
		<comments>http://www.masfarid.com/2011/05/05/rawat-inap-pertama-hisyam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 May 2011 09:13:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hisyam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.masfarid.com/?p=206</guid>
		<description><![CDATA[Hari Kamis (28 April 2011) sore kemarin, Hisyam masuk RS karena gejala DB. Setelah diberi tindakan awal d ruang IGD, Hisyam dinyatakan harus rawat inap. Saya dan bundanya sepakat untuk mencari kelas kamar yg satu ruang satu pasien. Pertimbangan kami saat itu adalah: Anak kecil ketika sakit jadi rewel. Kalau satu ruang lebih dari satu&#8230; <a class="continue_reading" href="http://www.masfarid.com/2011/05/05/rawat-inap-pertama-hisyam/">Continue reading &#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari Kamis (28 April 2011) sore kemarin, Hisyam masuk RS karena gejala DB. Setelah  diberi tindakan awal d ruang IGD, Hisyam dinyatakan harus rawat inap.  Saya dan bundanya sepakat untuk mencari kelas kamar yg satu ruang satu  pasien. Pertimbangan kami saat itu adalah:</p>
<ol>
<li>Anak kecil ketika sakit jadi rewel. Kalau satu ruang lebih dari satu pasien, nanti bisa saling ganggu ketika ada yang rewel</li>
<li>Kami tidak tau pasien yang lain sakit menular atau tidak. Kalau  menular, kasihan hisyam kalau tertular karena kondisi tubuhnya tidak fit</li>
</ol>
<div id="attachment_207" class="wp-caption alignnone" style="width: 490px"><a rel="attachment wp-att-207" href="http://www.masfarid.com/2011/05/05/rawat-inap-pertama-hisyam/hisyam-rawat-inap/"><img class="size-full wp-image-207 " title="Hisyam saat rawat inap di RS" src="http://www.masfarid.com/wp-content/uploads/2011/05/hisyam-rawat-inap.jpg" alt="Hisyam saat rawat inap di RS" width="480" height="360" /></a><p class="wp-caption-text">Hisyam saat rawat inap di RS</p></div>
<p>Ternyata kamar untuk kelas tersebut sedang penuh. Akhirnya kami ambil  kelas kamar di bawahnya (kelas I) yang satu ruang dua pasien.  Alhamdulillah kamar masih kosong sehingga Hisyam bisa istirahat dengan nyenyak, dan  saya mendapatkan 1 bed ekstra.<span id="more-206"></span></p>
<p>Di hari kedua, ada pasien baru yang masuk, sebut saja adik bayi. Malamnya  Hisyam dan adik bayi tersebut kurang nyenyak tidurnya. Ketika Hisyam  menangis, adik bayi terbangun dari tidurnya. Ketika adik bayi menangis,  gantian Hisyam yang terbangun.</p>
<p>Alhamdulillah di hari ketiga Hisyam bisa pindah ke kamar utama. Kondisi  Hisyam jg sudah membaik. Malamnya, Hisyam bisa tidur dengan pulas tanpa ada gangguan. Saya, istri, dan pengasuh Hisyam yang kebetulan tidak bisa balik ke rumah malam itu juga mendapatkan tempat yang lebih longgar untuk istirahat.</p>
<p>Hari Minggu sore, Hisyam sudah diperbolehkan pulang oleh dokter. Semoga Hisyam sehat terus dan tidak perlu sampai &#8220;menginap&#8221; lagi di rumah sakit.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.masfarid.com/2011/05/05/rawat-inap-pertama-hisyam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selangkah demi Selangkah</title>
		<link>http://www.masfarid.com/2011/01/26/selangkah-demi-selangkah/</link>
		<comments>http://www.masfarid.com/2011/01/26/selangkah-demi-selangkah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Jan 2011 09:15:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hisyam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.masfarid.com/?p=196</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 25-JAN-2011 kemarin, Hisyam tepat berumur 1 tahun 3 bulan. Perkembangan fisik dan non-fisiknya alhamdulillah baik. Tingginya sudah mencapai 81 cm, yang menurut standar sebenarnya merupakan tinggi anak 17 bulan. Berat badannya memang sempat menyentuh batas bawah karena sakit. Alhamdulillah sekarang sudah naik lagi mencapai titik normal, sekitar 11,1 kg. Hisyam juga sudah mulai bisa&#8230; <a class="continue_reading" href="http://www.masfarid.com/2011/01/26/selangkah-demi-selangkah/">Continue reading &#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanggal 25-JAN-2011 kemarin, Hisyam tepat berumur 1 tahun 3 bulan. Perkembangan fisik dan non-fisiknya alhamdulillah baik. Tingginya sudah mencapai 81 cm, yang menurut standar sebenarnya merupakan tinggi anak 17 bulan. Berat badannya memang sempat menyentuh batas bawah karena sakit. Alhamdulillah sekarang sudah naik lagi mencapai titik normal, sekitar 11,1 kg.</p>
<div id="attachment_197" class="wp-caption alignnone" style="width: 370px"><a rel="attachment wp-att-197" href="http://www.masfarid.com/2011/01/26/selangkah-demi-selangkah/hisyam-berdiri-sendiri/"><img class="size-full wp-image-197 " title="Hisyam Berdiri Sendiri" src="http://www.masfarid.com/wp-content/uploads/2011/01/hisyam-berdiri-sendiri.jpg" alt="Hisyam berdiri sendiri" width="360" height="480" /></a><p class="wp-caption-text">Hisyam Berdiri Sendiri</p></div>
<p>Hisyam juga sudah mulai bisa jalan sendiri meskipun baru 3-4 langkah. Selangkah demi selangkah, di usia 1,5 tahun insyaallah dia sudah bisa berlari sendiri <img src='http://www.masfarid.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Jadi saat lebaran tahun ini Hisyam bisa bermain kejar-kejaran dengan sepupu-sepupunya.</p>
<p>Selamat ya, Nak! Semoga Hisyam tumbuh dengan baik, dan sehat selalu <img src='http://www.masfarid.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Aamiin&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.masfarid.com/2011/01/26/selangkah-demi-selangkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenangan Almarhumah Mbah</title>
		<link>http://www.masfarid.com/2011/01/10/kenangan-almarhumah-mbah/</link>
		<comments>http://www.masfarid.com/2011/01/10/kenangan-almarhumah-mbah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Jan 2011 11:27:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Notes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.masfarid.com/?p=192</guid>
		<description><![CDATA[Sudah seminggu lebih Mbah (jawa: Nenek) meninggalkan saya dan keluarga besar untuk selama-lamanya. Beliau meninggal hari Rabu, 28 Desember 2010, sekitar pukul 21.50 di RS Baptis, Kediri. Mbah adalah orang yang sangat spesial bagi keluarga. Beliau sangat sabar dan sangat sayang terhadap anak cucunya. Hampir tidak pernah saya melihat beliau marah sejak saya kecil sampai&#8230; <a class="continue_reading" href="http://www.masfarid.com/2011/01/10/kenangan-almarhumah-mbah/">Continue reading &#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah seminggu lebih Mbah (jawa: Nenek) meninggalkan saya dan keluarga besar untuk selama-lamanya. Beliau meninggal hari Rabu, 28 Desember 2010, sekitar pukul 21.50 di RS Baptis, Kediri.</p>
<p>Mbah adalah orang yang sangat spesial bagi keluarga. Beliau sangat sabar dan sangat sayang terhadap anak cucunya. Hampir tidak pernah saya melihat beliau marah sejak saya kecil sampai terakhir kali bertemu dengan beliau lebaran tahun 2010 kemarin. Beliau juga sangat hebat dan kuat, mampu membesarkan anak-anaknya sendirian lebih dari 30 tahun. Suaminya (mbah kakung saya) lebih dahulu meninggal ketika Ibu saya masih kuliah.</p>
<p>Kenangan manis yang paling membekas adalah ketika saya masih anak-anak. Setiap saya pulang sekolah, beliau yang mengurus saya karena Ibu masih di kantor. Beliau membantu saya membereskan baju sekolah dan menyiapkan makan siang saya dan kakak. Mbah juga sering mengajak saya dan kakak bermain dakon (congklak), dam-daman (nama umumnya apa ya?), dan beberapa permainan tradisional lainnya. Setiap hari, rasanya penuh keceriaan di sisi beliau.<span id="more-192"></span></p>
<p>Ketika saya beranjak dewasa, hubungan saya dengan Mbah rasanya memang berkurang. Saya sudah lebih mandiri sehingga banyak hal yang bisa saya kerjakan sendiri. Di samping itu, kegiatan saya di luar rumah juga semakin banyak sehingga interaksi dengan beliau menjadi berkurang. Akan tetapi, jika ada kesempatan saya tidak malu untuk manja ke beliau, atau tiba-tiba memijit-mijit beliau. Beliau kelihatan senang sekali dan selalu membalasnya dengan senyuman <img src='http://www.masfarid.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ada beberapa keinginan beliau yang belum terpenuhi. Antara lain adalah main ke Jakarta, ke tempat saya dan keluarga. Memang Mbah dari dulu suka bepergian ke tempat anak cucunya yang di luar kota, atau ke ziarah wali songo. Tapi kondisi beliau di usianya saat itu kurang memungkinkan untuk perjalanan jauh.</p>
<p>Maaf ya Mbah ada beberapa keinginan yang belum terpenuhi.</p>
<p>Semoga Allah menerima semua amal pahala dan mengampuni semua dosa Mbah, dan menerima Mbah di sisi-Nya.</p>
<p>Aamiin…</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.masfarid.com/2011/01/10/kenangan-almarhumah-mbah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

