«

»

Mar
12

Menghadapi Anak yang Suka Berteriak dan Membentak

Di lingkungan rumah tinggal kita, mungkin kita sering melihat anak-anak yang suka berteriak ketika ada sesuatu yang menyulut emosinya. Bahkan mereka membentak-bentak dan membanting sesuatu. Akhirnya, orang tua menuruti semua keinginannya daripada anak bertambah marah dan merusakkan barang-barang.

Bagaimana sih cara mengatasi anak yang suka berteriak, membentak, dan bahkan merusakkan barang seperti ini?

Menurut buku “Ayah Edy Menjawab”, anak tidak mungkin biasa berteriak, membentak, atau membanting barang-barang kalau tidak ada yang dicontoh. Hayooo, jangan-jangan mereka pernah melihat orang tuanya atau anggota keluarga lain melakukan hal-hal tersebut.

Solusinya adalah ketika anak meminta sesuatu dengan berteriak atau membentak, jangan turuti permintaannya. Minta anak untuk mengulangi permintaannya dengan sopan dan lembut. Tatap mata anak dan katakan dengan lembut kalau anak meminta baik-baik, kita (orang tua) baru memenuhi permintaannya.

Ketika anak tetap berkeras pada keinginannya dan belum mau meminta dengan baik, tetaplah konsisten untuk tidak menuruti permintaannya. Biarkan mereka dulu sampai meminta dengan nada rendah dan baik-baik. Orang tua perlu konsisten dan tegas. Jika tidak tegas, anak akan semakin sering melanggar dan meremehkan. Insyaallah dengan konsisten menerapkan, lama-kelamaan anak akan menjaga tingkah lakunya dan tidak berteriak-teriak lagi ketika meminta sesuatu.

Dan, jangan sampai orang tua sering mencontohkan yang tidak baik (i.e berteriak) kepada anak :)

Dari pengalaman pribadi saya, istri, dan pengasuh anak saya menerapkan cara ini, alhamdulillah besar sekali efek positifnya. Pada awalnya, ketika kami tidak menuruti permintaan anak karena mereka meminta dengan berteriak atau merengek-rengek, anak akan menangis dan marah. Sekarang, ketika anak meminta dengan berteriak dan kami minta mereka untuk meminta baik-baik, anak langsung mengubah cara memintanya. Dari yang sebelumnya berteriak atau merengek, kata-kata dan nadanya jadi maniiis sekali :) Tapi ya itu tadi, ketika awal-awal menerapkannya, butuh kesabaran dan konsistensi yang tinggi…

Ya Allah, berikanlah kesabaran, konsistensi, dan ketegasan serta kasih sayang kepada kami dalam mendidik anak-anak kami… Aamiin…

2 comments

  1. dedi says:

    terima kasih untuk infonya,,,,,

    1. Farid says:

      Sama-sama pak Dedi…

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Start